MODEL PEMBINAAN IBADAH SHALAT MELALUI PROGRAM BENGKEL SHALAT DI MADRASAH IBTIDAIYAH: STUDI KASUS MI MIFTAHUL HUDA

Authors

  •   Jasuli   Universitas Islam Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/akselerasi.v6i1.823

  Keywords:

Prayer Workshop, Islamic Religious Education, Worship Quality, Practice-Based Learning, Islamic Elementary School

Abstract

This study aims to explore the implementation of the Prayer Workshop Program (Bengkel Shalat) as an effort to improve students’ worship quality in Islamic elementary education. Employing a qualitative approach with a case study design at MI Miftahul Huda Mlokorejo, data were collected through structured observations, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the interactive data analysis model of Miles and Huberman. The findings reveal that students struggle to understand and perform the procedural aspects of obligatory prayer (shalat fardhu), funeral prayer (shalat jenazah), and voluntary prayers (shalat sunnah). The Prayer Workshop Program is implemented through three systematic stages: prevention, intervention, and rehabilitation, aiming to enhance both conceptual understanding and practical worship skills. Supporting factors include adequate facilities and strong collaboration among teachers, homeroom educators, and parents. Major obstacles include limited time allocation and participant tardiness. The study shows that this practice-based approach contributes to the development of students’ religious character by integrating affective and psychomotor learning. The novelty of this research lies in its structured, stage-based worship training model, which can be replicated in other Islamic schools.

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Program Bengkel Shalat sebagai upaya peningkatan kualitas ibadah siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MI Miftahul Huda Mlokorejo. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan melaksanakan tata cara shalat fardhu, shalat jenazah, dan shalat sunnah. Program Bengkel Shalat diterapkan melalui tiga tahapan sistematis: pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi, yang dirancang untuk memperbaiki pemahaman konseptual dan keterampilan praktik ibadah siswa. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana prasarana dan kolaborasi guru, wali kelas, serta orang tua. Adapun kendala utama adalah keterbatasan waktu dan keterlambatan partisipasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis bengkel shalat berkontribusi pada pembentukan karakter religius siswa melalui integrasi pembelajaran afektif dan psikomotorik. Novelty dari penelitian ini terletak pada model pembinaan ibadah berbasis praktik langsung dengan pendekatan bertahap yang dapat direplikasi di madrasah lain.

References

Al-Qur’an. (2019). Surah Al-Ankabut: Ayat 45. Terjemahan oleh Kementerian Agama RI

Ananda, R., & Rafida, T. (2017). Pengantar evaluasi pendidikan. Medan: Perdana Publishing.

Aprianti, S., & Azizah, S. (2022). Penerapan buku kontrol terhadap pembiasaan beribadah shalat siswa kelas IV SD Plus Cahaya Budaya Krembung Sidoarjo. Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi, 3(1), 69–72. https://tazakka.ppj.unp.ac.id/index.php/jurnal/article/view/1

Ash-Shiddieqy, H. T. M. (1983). Pedoman salat. Jakarta: Bulan Bintang.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-inquiry-and-research-design/book246896

Islamuddin, H. (2011). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahnya. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Newbury Park, CA: SAGE Publications.

Majid, A. (2014). Strategi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-data-analysis/book239534

Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rahman, N. N. (2020). Pengaruh keterlibatan dalam kegiatan sosial keagamaan terhadap kemandirian siswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. https://ojs.unm.ac.id/index.php/JIPD/article/view/9

Republik Indonesia. (2003). Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara RI.

Subaidi, F. (2021). Penguatan karakter peserta didik melalui manajemen pembelajaran Aqidah Akhlak. Quality: Journal of Empirical Research in Islamic Education. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/quality/article/view/1

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukjaya, & Suherman. (1990). Petunjuk praktis untuk melakukan evaluasi pendidikan matematika. Bandung: Wijayakusumah.

Thaib, A. R., & Musdah, S. (2003). Menyelami seluk-beluk ibadah dalam Islam. Jakarta: Kencana.

Ufah, I. (2009). Fiqih ibadah menurut al-Qur’an, sunnah, dan tinjauan berbagai madzhab. Yogyakarta: Nadi Offset.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/case-study-research-and-applications/book250150

Downloads

Published

2025-06-10

How to Cite

Jasuli. (2025). MODEL PEMBINAAN IBADAH SHALAT MELALUI PROGRAM BENGKEL SHALAT DI MADRASAH IBTIDAIYAH: STUDI KASUS MI MIFTAHUL HUDA. AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI, 6(1), 237–249. https://doi.org/10.35719/akselerasi.v6i1.823

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.